Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Sekolah Vokasi
Public Speaking
  • Beranda
  • 2019
  • September
Arsip 2019:

September

Meminimalisasi Miskomunikasi: Menjadi Komunikan yang Baik

articles Wednesday, 25 September 2019

Nabilla Kusuma Vardhani

Dalam artikel sebelumnya, telah dibahas bahwa McCloskey menjelaskan empat asumsi yang memengaruhi komunikasi yakni pengirim pesan (communicator), penerima pesan (communicant), pesan (message), dan media. Mari kita membahas asumsi ke-dua!

Asumsi komunikan berkaitan dengan interpretasi manusia yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Misalnya saat membicarakan rasa pedas, pedas yang dimaksud pengunjung, pelayan, dan chef belum tentu sama. Interpretasi terhadap rasa pedas ini akan sangat tergantung pada field of experience dari masing-masing orang. Di sini, intelligence level menjadi salah satu alasan perbedaan interpretasi komunikan yang satu dengan lainnya. read more

The Seven Communication Series: Channel Of Distribution

articles Thursday, 19 September 2019

Channels of Distribution bermakna saluran penerimaan berita. Artinya, agar komunikasi bisa terjalin antara komunikator dan komunikan ada beberapa media/alat komunikasi yang bisa digunakan. Media atau alat komunikasi sebagai saluran distribusi yang sudah biasa digunakan oleh umum, antara lain media cetak (surat kabar, majalah, brosur, dsb) dan media elektronik (telepon, televisi, radio, dsb). Namun seiring perkembangan teknologi, dalam satu dekade terakhir ini kita kenal dengan media baru yakni sosial media dalam wujud berbagai aplikasi seperti Facebook, Line, WhatsApp, dan sebagainya. Dalam banyak penelitian, saat ini efektifitas media baru jauh lebih kuat daripada dua media yang sudah dianggap usang dan terbatas segmentasinya. read more

The Seven Communication Series: Capability Of Audience

articles Thursday, 19 September 2019

Capability of Audience yang bermakna kemampuan komunikan (pihak penerima). Maksudnya, komunikator harus memperhatikan kemampuan komunikan  dalam menerima pesan, agar tidak terjadi kesalah fahaman. Jika komunikator tidak memperhatikan kapasitas komunikannya, maka bisa dipastikan pesan tidak akan sampai secara utuh bahkan bisa terjadi kesalahan penerimaan pesan.

Beberapa factor yang mempengaruhi kemampuan komunikan dalam menangkap pesan komunikator ini antara lain: 1) Usia 2). Latar belakang pendidikan, 3) kemampuan bahasa, dan 4) jenis kelamin. read more

The Seven Communication Series: Continutiy & Consistency

articles Thursday, 19 September 2019

Continuity and consistency jika diterjemahkan menjadi kontinyuitas dan konsistensi yang dalam komunikasi bermakna bahwa pesan/berita seharusnya berlangsung terus, berkesinambungan dan tidak saling bertentangan. Pesan yang berlangsugn terus artinya pesan tidak terputus-putus dan berlangsung konstan. Inti pesan yang disampaikan oleh komunikator ke komunikan tidak berubah-ubah/tetap. Jika pesan yang disampaikan inkonsisten atau berubah-rubah maka komunikan juga akan gagal menangkap pesan yang disampaikan komunikator. read more

Do & Don’t dalam Public Speaking

Video Wednesday, 11 September 2019

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=lglkydaQHEI[/embedyt]

Tips Public Speaking

Video Tuesday, 10 September 2019

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=zP_0_Xc-oH4[/embedyt]

Alumni Elektronika dan Instrumentasi

Topaz Filardi Grasinaz

inspiring public speakers Tuesday, 10 September 2019

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Bw4ZpGHCc2Y[/embedyt]

Alumni Elektronika dan Instrumentasi

Maharani Ayu Putri

inspiring public speakers Tuesday, 10 September 2019

Alumni Bahasa Korea

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=ct5pkyhN_WI[/embedyt]

The Seven Communication Series: Clarity

articles Thursday, 5 September 2019

Clarity bermakna kejelasan. Maksudnya, komunikator harus menyampaikan pesannya secara jelas sehingga tercapailah tujuan komunikasi dengan sampainya pesan kepada komunikan. Tanpa kejelasan pesan komunikator tentu komunikan akan kesulitan menangkap dengan baik dan gagallah proses komunikasi dalam public speaking.

Kejelasan pesan ini memenuhi setidaknya tiga hal: pertama, kejelasan bahasa; kedua, kejelasan istilah; dan ketiga, kejelasan nada dan intonasi.

Kejelasan bahasa maksudnya adalah pesan yang disampaikan oleh komunikator harus menggunakan bahasa yang bisa dipahami oleh komunikan. Jika menggunakan bahasa asing ataupun daerah misalnya, komunikan harus dipastikan juga mampu menggunakan bahasa yang sama. Bahasa asing dan daerah yang terkadang diucapkan komunikator secara sepotong-potong, jika tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia misalnya terkadang menghadirkan terputusnya pesan kepada komunikan. read more

The Seven Communication Series: Content

articles Wednesday, 4 September 2019

Content atau konten dalam komunikasi bermakna maksud atau isi pesan. Artinya, komunikator dapat menyampaikan pesan kepada komunikan dalam hal ini komunikan dapat memahami maksud komunikator sehingga komunikator merasa puas karena pesannya tersampaikan dengan baik kepada komunikannya. Dalam komunikasi konten menjadi bagian paling penting karena hakikatnya konten inilah inti dari proses komunikasi. Bisa jadi komunikator menyampaikan kepada komunikan sebuah pesan dengan berbagai metode, namun esensi yang paling penting adalah sampainya pesan tersebut kepada komunikan. read more

12
Universitas Gadjah Mada

Alamat Instansi
Nomor Telepon Instansi
Email Instansi

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY